Portal Resmi Badan Koordinasi TPA Gunungkidul
Memuat Waktu...
Informasi
Pendataan Unit TPA se DIY dibuka kembali Batas Akhir Pendataan Unit TPA Tahap Pertama Badan Koordinasi Wilayah TKA-TPA DIY adalah Tanggal 31 Juli 2026 pukul 23.59
🕌
Pendaftaran Terbuka

Ingin jadi bagian dari Badko TPA Gunungkidul?

Mari bergabung bersama kami dalam mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia.

DAFTAR DI SINI!

Berita Terbaru

FASI XIII Kabupaten Gunungkidul Insyaallah akan Digelar 25 Oktober 2026, Ini Syarat Pesertanya 65
27 August 2026

FASI XIII Kabupaten Gunungkidul Insyaallah akan Digelar 25 Oktober 2026, Ini Syarat Pesertanya

GUNUNGKIDUL – Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Kabupaten Gunungkidul dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus evaluasi kemampuan santri Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA) di Kabupaten Gunungkidul. Dalam Juklak FASI XIII, penyelenggaraan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat Rayon, Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Nasional. Untuk tingkat Kabupaten Gunungkidul, peserta merupakan utusan dari Rayon Kapanewon. Kapan FASI XIII Kabupaten Gunungkidul? Berdasarkan panduan resmi yang ditetapkan panitia,  Insyaallah  FASI XIII Tingkat Kabupaten Gunungkidul akan dilaksanakan pada Ahad, 25 Oktober 2026. Panduan tersebut disusun dan disahkan melalui rapat koordinasi yang melibatkan pengurus BADKO TKA-TPA Daerah Istimewa Yogyakarta dan BADKO TKA-TPA Kabupaten/Kota. Dokumen itu menjadi acuan pelaksanaan FASI XIII di berbagai jenjang. Apa Syarat Peserta FASI XIII Gunungkidul? Tidak semua santri dapat langsung mengikuti FASI XIII tingkat Kabupaten. Ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi. Pertama, peserta FASI tingkat Kabupaten merupakan Juara I FASI XIII tingkat Rayon (Kapanewon) pada cabang lomba yang telah ditentukan oleh BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul atau panitia daerah. Kedua, peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu cabang lomba. Selain itu, peserta tidak boleh pernah menjadi Juara I FASI Nasional sebelumnya pada jenjang unit dan bidang lomba yang sama. Ketiga, peserta harus benar-benar berstatus sebagai santri TKA, TPA, atau TQA pada unit yang terdaftar di BADKO TKA-TPA DIY. Peserta juga harus melengkapi dokumen berupa salinan Piagam Syukur jika memiliki dan/atau surat rekomendasi BADKO Rayon TKA-TPA. Identitas peserta dilengkapi surat keterangan dari BADKO Rayon. Batas Usia Peserta Juklak juga mengatur batas usia berdasarkan jenjang pendidikan. TKA: usia 4 sampai 7 tahun. TPA: usia 7 sampai 12 tahun. TQA: usia 12 sampai 15 tahun. Keabsahan usia peserta harus dibuktikan dengan scan akta kelahiran. Bagaimana Pendaftarannya? Pendaftaran peserta utusan Rayon Kapanewon dilakukan secara kolektif oleh Pengurus Rayon Kapanewon, paling lambat dua minggu sebelum pelaksanaan FASI XIII tingkat Kabupaten. Artinya, calon peserta perlu memastikan proses seleksi di tingkat Rayon telah dilalui dan dokumen persyaratan telah disiapkan sebelum didaftarkan ke tingkat Kabupaten. Cabang Lomba FASI XIII Gunungkidul FASI XIII Kabupaten Gunungkidul mempertandingkan berbagai cabang lomba untuk kategori TKA, TPA, dan TQA. Di antaranya Tartil Al-Qur’an, Adzan dan Iqomah, Peragaan Shalat, Ikrar dan Puitisasi Al-Qur’an, Nasyid Islami, Cerdas Cermat Al-Qur’an, Mewarnai, Menggambar, Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz Juz ‘Amma, Syarhil Qur’an, Kisah Islami, Kaligrafi, serta Ceramah Agama Islam Bahasa Indonesia. Dengan demikian, bagi santri, orang tua, guru maupun pengelola TKA-TPA di Gunungkidul yang ingin mengikuti FASI XIII tingkat Kabupaten, hal penting yang perlu diperhatikan adalah hasil seleksi tingkat Rayon, kesesuaian jenjang dan usia, rekomendasi BADKO Rayon, serta kelengkapan dokumen peserta.Petunjuk Pelaksanaan bisa di download di sini Juklak FASI XIII Gunungkidul

Baca Selengkapnya
Meneladani Rasulullah ﷺ: Mengenal Sosok Nabi Muhammad ﷺ 84
25 August 2026

Meneladani Rasulullah ﷺ: Mengenal Sosok Nabi Muhammad ﷺ

Hari ini bertepatan dengan 12 Rabiul Awal, hari yang sering diperingati umat Islam sebagai momentum untuk mengingat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ. Beliau adalah manusia pilihan Allah yang diutus untuk membawa umat manusia dari kehidupan yang penuh kegelapan menuju jalan yang terang dengan iman dan kebaikan. Sebagai seorang santri, sudah seharusnya kita mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad ﷺ. Jangan hanya mengetahui namanya, tetapi juga mengenal bagaimana beliau hidup, bagaimana beliau berbicara, bagaimana beliau memperlakukan orang lain, serta bagaimana beliau beribadah kepada Allah. Nabi Muhammad ﷺ adalah sosok yang sangat mulia. Beliau dikenal sebagai orang yang jujur, amanah, penyayang, sabar, rendah hati, dan suka menolong. Bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi, masyarakat Mekah telah mengenal beliau sebagai orang yang dapat dipercaya dan memberikan keteladanan dalam kehidupan. Nabi Muhammad ﷺ, Teladan bagi Kita Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya untuk menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga menjadi contoh terbaik bagi manusia. Sebagai santri, kita dapat meneladani beliau melalui kebiasaan sederhana setiap hari. 1. Menjadi Anak yang Jujur Rasulullah ﷺ selalu berkata benar. Beliau tidak pernah mengajarkan kita untuk berbohong. Kalau kita melakukan kesalahan, jangan takut untuk mengakuinya. Berani berkata jujur adalah salah satu bentuk meneladani Rasulullah ﷺ. 2. Menyayangi Sesama Rasulullah ﷺ sangat menyayangi anak-anak. Beliau bersikap lembut dan penuh kasih sayang. Kita juga harus menyayangi teman, adik, kakak, guru, dan orang tua. Jangan mengejek teman hanya karena berbeda dengan kita. Teman yang baik adalah teman yang suka membantu, bukan yang suka menyakiti. 3. Suka Menolong Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk membantu orang lain. Sebagai santri, kita bisa menolong dengan hal-hal sederhana. Membantu ibu di rumah, membantu guru, berbagi dengan teman, atau membantu teman yang kesulitan adalah perbuatan yang baik. 4. Rajin Beribadah Rasulullah ﷺ adalah manusia yang sangat dekat dengan Allah. Beliau rajin salat, berdoa, membaca Al-Qur'an, dan melakukan kebaikan. Karena itu, kita sebagai santri harus belajar mencintai ibadah. Jangan malas salat dan mengaji. 5. Memiliki Akhlak yang Baik Rasulullah ﷺ memiliki akhlak yang sangat mulia. Kita dapat mencontohnya dengan membiasakan: Mengucapkan salam. Berbicara dengan sopan. Menghormati orang tua dan guru. Tidak berkata kasar. Tidak mengejek teman. Meminta maaf ketika salah. Mengucapkan terima kasih ketika dibantu. Suka berbagi dan menolong. Mengenal Nabi, Mencintai Nabi, Meneladani Nabi Mengenal Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya menghafal nama dan kisah kelahiran beliau. Kita perlu mengenal akhlaknya, perjuangannya, kasih sayangnya, dan ajarannya. Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan kita untuk mencintai Allah, menyayangi sesama, menghormati orang tua, berbuat baik kepada tetangga, membantu orang yang membutuhkan, serta menjauhi perbuatan buruk. Sebagai santri, mari kita jadikan peringatan 12 Rabiul Awal sebagai kesempatan untuk semakin mengenal dan mencintai Rasulullah ﷺ. Tidak perlu menunggu menjadi dewasa untuk meneladani beliau. Mulailah dari sekarang, dari hal-hal kecil. Mulai hari ini kita belajar menjadi anak yang lebih jujur, rajin salat, rajin mengaji, sopan kepada orang tua dan guru, menyayangi teman, suka menolong, dan sabar menghadapi kesulitan. Semoga dengan mengenal dan meneladani Rasulullah ﷺ, kita menjadi anak-anak yang memiliki akhlak mulia dan mendapatkan cinta serta syafaat beliau kelak. Mari kita buktikan cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan mengikuti akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد ﷺ Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Semoga semakin cinta kepada Rasulullah dan semakin baik akhlak kita.

Baca Selengkapnya
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Al-Qur'an, Pemerintah Kalurahan Putat Gelar Peningkatan Kapasitas Pengajar TPA 94
23 August 2026

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Al-Qur'an, Pemerintah Kalurahan Putat Gelar Peningkatan Kapasitas Pengajar TPA

GUNUNGKIDUL, PUTAT — Pemerintah Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul menggelar kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi pengelola serta pengajar Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) se-Kalurahan Putat pada Ahad (23/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid An Nur, Padukuhan Gumawang, Putat, Patuk. Langkah ini diambil oleh Pemerintah Kalurahan Putat sebagai bentuk komitmen dan upaya nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur'an serta memperkuat manajerial pengelolaan TPA di wilayahnya. Bertindak sebagai penanggung jawab acara kegiatan ini adalah Kamituwa Kalurahan Putat, Sri Wahyuni, S. Kom., serta turut dihadiri oleh Lurah Putat, Rusbandi dan Carik Kalurahan Putat, Suprapti, A. Md. Pust. Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber utama yakni Ketua Badan Koordinasi (Badko) TPA Kabupaten Gunungkidul, Ust. Arif Tyas Firitiyanto, S.E, M.A.. Adapun materi peningkatan kapasitas yang disampaikan meliputi: Manajemen Pengelolaan TPA Kurikulum TPA Melalui materi tersebut, kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan wawasan, arahan, serta strategi komprehensif agar metode pengajaran oleh para ustaz dan ustazah menjadi lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan bagi para santri. Lurah Putat, Rusbandi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa penguatan kapasitas para pengajar TPA sangat krusial guna membentuk generasi muda yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur'an, tetapi juga memiliki karakter dan akhlakul karimah sejak dini. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta. Diharapkan melalui pelatihan ini, sinergi antara pengurus TPA, Pemerintah Kalurahan Putat, dan Badko TPA Kabupaten Gunungkidul dapat terus terjalin erat demi kemajuan pendidikan keagamaan masyarakat di wilayah Kalurahan Putat.

Baca Selengkapnya
Halaqah Putaran ke-8 Alumni KTA Rayon Semin Tahun 2026 Digelar di TPA Masjid Al Amin Jelok 98
22 August 2026

Halaqah Putaran ke-8 Alumni KTA Rayon Semin Tahun 2026 Digelar di TPA Masjid Al Amin Jelok

Semin, Gunungkidul 22/8/2026 — Halaqah Alumni KTA Rayon Semin putaran ke-8 Tahun 2026 kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas bacaan Al-Qur’an para alumni. Kegiatan berlangsung di TPA Masjid Al Amin, Jelok, Semin, Gunungkidul, dan diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta. Halaqah tersebut dihadiri Ketua Tim Munaqisy sekaligus Kabiro Diklat Badko, Ust. Ruswanto, serta Ketua Umum Badko TKA-TPA Gunungkidul. Turut hadir Ketua Badko Rayon Semin beserta jajaran Pengurus Harian (PH). Sebanyak 30 alumni KTA mengikuti kegiatan ini. Selain para alumni, kegiatan juga mendapat sambutan positif dari jamaah sekitar Masjid Al Amin Jelok, yang turut hadir dan mengikuti rangkaian pembelajaran. Pada putaran ke-8 ini, peserta mendapatkan materi kelanjutan Irama Murotal serta Pendalaman Ilmu Tajwid dan Implementasinya. Materi diberikan tidak hanya untuk menambah pemahaman secara teori, tetapi juga diarahkan pada praktik sehingga peserta dapat menerapkannya secara langsung dalam membaca Al-Qur’an. Kegiatan halaqah alumni KTA ini menjadi salah satu sarana penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan setelah menyelesaikan pendidikan KTA. Melalui kegiatan rutin tersebut, para alumni diharapkan terus meningkatkan kemampuan, menjaga kualitas bacaan, serta dapat berkontribusi dalam pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masing-masing. Antusiasme peserta dan jamaah menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan Al-Qur’an masih sangat dibutuhkan sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan Al-Qur’an di tingkat rayon dan unit TPA. Insya Allah, Halaqah Alumni KTA Rayon Semin akan kembali dilaksanakan pada putaran berikutnya di bulan September 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk terus mempererat silaturahmi alumni sekaligus meningkatkan kompetensi dalam membaca dan mengajarkan Al-Qur’an.

Baca Selengkapnya
Sosialisasi LPQ dan MDT Ramah Anak 2026, Badko TPA Gunungkidul Hadir Perkuat Komitmen Perlindungan Anak 151
20 August 2026

Sosialisasi LPQ dan MDT Ramah Anak 2026, Badko TPA Gunungkidul Hadir Perkuat Komitmen Perlindungan Anak

Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam menggelar Sosialisasi LPQ dan MDT Ramah Anak Tahun 2026, Kamis (20/8/2026), bertempat di Ruang Rapat 3 Lantai 2 Kanwil Kemenag DIY. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen lembaga pendidikan keagamaan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, menyenangkan, serta menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Undangan resmi kegiatan tersebut mencakup unsur Kanwil Kemenag DIY, Kasi PD Pontren/Pakis kabupaten/kota, Badko TPA, FKDT, Direktur LPQ, dan Kepala MDT se-DIY. Badko TPA Gunungkidul Turut Hadir Dari Kabupaten Gunungkidul, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Badko TPA Gunungkidul, Ust. Arif Tyas Firitiyanto, bersama lima orang Direktur TPA. Kehadiran delegasi Badko TPA Gunungkidul menunjukkan komitmen dalam mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan, keamanan, kenyamanan, dan tumbuh kembang anak. Partisipasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Badko TPA, pengelola TPA, serta Kementerian Agama dalam mewujudkan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang benar-benar ramah terhadap anak. LPQ Harus Menjadi Ruang Belajar yang Aman Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama DIY, H. Aidi Johansyah, S.Ag., M.M., menekankan pentingnya mewujudkan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) yang ramah anak. LPQ tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian kemampuan akademik keagamaan. Lembaga juga harus memastikan hak anak terpenuhi serta memberikan ruang pendidikan yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mendukung perkembangan anak secara utuh. Lingkungan pendidikan Al-Qur’an harus bebas dari berbagai bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis maupun bentuk kekerasan lainnya. Proses pendidikan hendaknya mengedepankan kasih sayang, keteladanan, penghargaan terhadap anak, serta pendekatan yang sesuai dengan usia dan karakter perkembangan peserta didik. Hak Anak Harus Menjadi Perhatian Bersama Dalam materi sosialisasi juga ditekankan pentingnya memahami hak-hak dasar anak. Anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar. Anak juga berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, memperoleh pendidikan sesuai kebutuhannya, mendapatkan kesehatan dan lingkungan yang aman, serta memperoleh kasih sayang, pengasuhan, dan perhatian. Perlindungan terhadap anak juga mencakup pencegahan kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, perundungan (bullying), dan eksploitasi. Anak juga perlu mendapatkan perlakuan yang bermartabat, termasuk ketika melakukan kesalahan. Pendekatan pendidikan yang mengedepankan dialog, keteladanan, dan kasih sayang diharapkan mampu membentuk suasana belajar yang positif. Membangun TPA yang Ramah Anak di Gunungkidul Bagi Badko TPA Gunungkidul, semangat LPQ dan TPA ramah anak menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an di tingkat daerah hingga unit TPA. Kehadiran Ketua Umum Badko TPA Gunungkidul bersama lima Direktur TPA dalam kegiatan ini diharapkan dapat membawa semangat dan wawasan baru untuk diterapkan di masing-masing lembaga. Dengan lingkungan pendidikan yang aman dan menyenangkan, anak-anak diharapkan dapat belajar Al-Qur’an dengan penuh kegembiraan tanpa rasa takut, sekaligus tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki karakter yang baik. Menuju Pendidikan Al-Qur’an yang Aman, Nyaman dan Penuh Kasih Sayang Sosialisasi LPQ dan MDT Ramah Anak Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya diukur dari kemampuan santri dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, keberhasilan pendidikan juga tercermin dari kemampuan lembaga dalam menjaga, melindungi, menghargai, dan mendampingi anak selama proses pendidikan. Sinergi antara Kementerian Agama, Badko TPA, pengelola LPQ/TPA, ustadz dan ustadzah, orang tua, serta masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang benar-benar ramah anak. Dari Gunungkidul, komitmen untuk menghadirkan TPA yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas kekerasan terus diperkuat demi tumbuhnya generasi Qur’ani yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Baca Selengkapnya
Berikut ini Materi FASI XIII Cabang Nasyid, SIlakan Download 134
18 August 2026

Berikut ini Materi FASI XIII Cabang Nasyid, SIlakan Download

Dalam rangka persiapan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII DIY, khususnya cabang lomba Nasyid, peserta, ustadz/ustadzah, dan pendamping dapat mulai mempelajari materi lagu yang telah ditentukan. Cabang Nasyid menjadi salah satu wadah bagi santri TKA-TPA untuk mengembangkan bakat seni, keberanian tampil, kekompakan, serta kecintaan terhadap nilai-nilai Islami melalui lantunan lagu yang edukatif dan penuh pesan kebaikan. Materi lomba dibedakan menjadi dua kategori, yaitu Nasyid TKA dan Nasyid TPA. 🎵 Materi Nasyid TKA Berikut lagu-lagu yang perlu dipelajari peserta Nasyid TKA: Shalat Berjamaah Pelajari melalui YouTube Tiga Perkara Pelajari melalui YouTube Kalimah Toyyibah Pelajari melalui YouTube Seragam Santri Pelajari melalui YouTube Mari Shalat Pelajari melalui YouTube Ayo Bersedekah Pelajari melalui YouTube 🎶 Materi Nasyid TPA Untuk kategori Nasyid TPA, peserta dapat mempelajari: Asmaul Husna Pelajari melalui YouTube Basmalah dan Hamdalah Pelajari melalui YouTube Surga di Telapak Kaki Ibu Pelajari melalui YouTube Allah Pemurah Pelajari melalui YouTube 🌟 Persiapkan Sejak Dini Kepada seluruh santri peserta, ustadz/ustadzah pembimbing, serta pendamping, mari mempelajari dan melatih materi Nasyid FASI XIII secara bertahap dan konsisten. Tidak hanya menghafalkan lirik dan melodi, latihan juga perlu memperhatikan kekompakan suara, tempo, artikulasi, ekspresi, penghayatan, serta penampilan kelompok agar peserta semakin siap ketika tampil di ajang FASI XIII DIY. Mari bernasyid, belajar, berkarya, dan berdakwah dengan ceria! 🎤🎶 Suara santri, lantunan Islami, semangat berprestasi. FASI XIII DIY — Bersama Santri, Raih Prestasi, Tebarkan Inspirasi.

Baca Selengkapnya
Peran Santri TPA dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia ke-81 127
16 August 2026

Peran Santri TPA dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia ke-81

Peran Santri TPA dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia ke-81 — Kemerdekaan Indonesia yang kini memasuki usia ke-81 bukan hanya momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dengan cara yang sesuai dengan zamannya. Bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), mengisi kemerdekaan dapat diwujudkan melalui semangat belajar, berakhlak mulia, mencintai bangsa, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Santri TPA merupakan bagian penting dari generasi muda Indonesia. Mereka tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendapatkan pendidikan agama, pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembiasaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membangun generasi Indonesia yang beriman, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa. Belajar Al-Qur’an sebagai Bentuk Mengisi Kemerdekaan Salah satu cara sederhana namun bermakna bagi santri dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan rajin belajar Al-Qur’an. Kemerdekaan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk memperoleh pendidikan, termasuk pendidikan agama. Santri yang tekun belajar membaca Al-Qur’an, menghafal surat-surat pendek, memahami doa sehari-hari, serta mempelajari ajaran Islam berarti sedang mempersiapkan dirinya menjadi generasi yang memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat. Kemajuan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama. Menjadi Santri yang Berakhlak Mulia Kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih besar apabila diisi dengan perilaku positif. Karena itu, santri TPA perlu membiasakan diri menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, berkata jujur, menjaga kebersihan, disiplin, tidak mudah menyerah, serta senang membantu orang lain merupakan contoh nyata kontribusi santri bagi masyarakat. Akhlak yang baik merupakan salah satu bentuk perjuangan generasi muda. Santri tidak harus melakukan sesuatu yang besar untuk memberikan manfaat. Perbuatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari pembangunan karakter bangsa. Menumbuhkan Semangat Cinta Tanah Air Menjadi santri bukan berarti jauh dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Justru nilai-nilai Islam dapat berjalan seiring dengan semangat mencintai tanah air. Santri dapat menunjukkan kecintaan kepada Indonesia dengan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, tidak mudah terprovokasi, menjaga lingkungan, menghormati simbol-simbol negara, serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan positif di masyarakat. Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 juga dapat menjadi sarana bagi santri untuk memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang harus dijaga dan diteruskan oleh generasi berikutnya. Santri Aktif di Lingkungan Masyarakat Santri TPA juga dapat mengisi kemerdekaan melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Misalnya mengikuti kerja bakti, kegiatan kebersihan lingkungan, membantu kegiatan masjid, mengikuti perlombaan kemerdekaan, kegiatan sosial, maupun kegiatan keagamaan. Dari kegiatan tersebut, santri belajar bahwa kehidupan bermasyarakat membutuhkan kerja sama, gotong royong, kepedulian, dan rasa tanggung jawab. Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari karakter bangsa Indonesia juga selaras dengan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam Islam. Menjadi Generasi yang Cerdas dan Berprestasi Kemerdekaan juga harus diisi dengan prestasi. Santri TPA perlu memiliki semangat untuk belajar dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tidak semua santri harus menjadi juara dalam perlombaan. Prestasi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, menghafal Al-Qur’an, berani tampil di depan umum, memiliki prestasi akademik, aktif dalam organisasi, maupun mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan belajar sungguh-sungguh, santri sedang mempersiapkan diri untuk menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Menjaga Kemerdekaan dengan Menjauhi Perilaku Negatif Tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan tantangan para pejuang kemerdekaan dahulu. Jika dahulu para pahlawan berjuang menghadapi penjajahan, generasi saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti pergaulan negatif, kecanduan gawai, penyalahgunaan media sosial, berita palsu, serta menurunnya kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Santri dapat mengambil peran dengan menjadi pengguna teknologi yang bijak. Media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat, konten edukasi, dakwah yang santun, serta kegiatan positif. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi generasi yang mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai agama dan karakter kebangsaan. Santri Hari Ini, Pemimpin Indonesia Masa Depan Santri TPA yang saat ini duduk belajar di masjid, musala, atau ruang-ruang pendidikan Al-Qur’an adalah bagian dari calon pemimpin Indonesia di masa depan. Di tangan mereka terdapat harapan untuk melanjutkan pembangunan bangsa. Karena itu, pendidikan di TPA memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki iman, akhlak, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan. Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 hendaknya menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Bentuk perjuangan hari ini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga akhlak, menghormati orang tua dan guru, mencintai tanah air, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Penutup Mengisi kemerdekaan bagi santri TPA dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Rajin mengaji, disiplin belajar, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, menjaga persaudaraan, mencintai lingkungan, aktif dalam kegiatan sosial, dan terus berusaha meraih prestasi adalah bentuk nyata kontribusi santri bagi bangsa. Selamat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Mari terus belajar, mengaji, berprestasi, dan berakhlak mulia. Dari masjid dan TPA, kita siapkan generasi santri yang siap menjaga kemerdekaan dan membangun Indonesia yang lebih maju, berkarakter, dan bermartabat. Santri mengaji, santri berprestasi, santri mengabdi untuk negeri.

Baca Selengkapnya
Desk Anggaran FASI XIII Gunungkidul: Sinkronisasi Anggaran untuk Persiapan APBD Perubahan 2026 109
15 August 2026

Desk Anggaran FASI XIII Gunungkidul: Sinkronisasi Anggaran untuk Persiapan APBD Perubahan 2026

Gunungkidul, 15 Agustus 2026 — Badan Koordinasi TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melaksanakan Desk Anggaran Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Kabupaten Gunungkidul pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dari Badko TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum, Bendahara Umum, dan Ketua 1. Sementara dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul hadir Kabag Kesra Setda beserta Tim Kesra Gunungkidul, serta Kabid dan Kasubbid Anggaran BKAD. Desk anggaran ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya sinkronisasi dan penyesuaian rencana anggaran FASI XIII dengan berbagai komponen penganggaran pemerintah daerah, meliputi Pagu Anggaran, Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ), Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), serta kebutuhan riil dalam rencana anggaran kegiatan. Melalui proses sinkronisasi tersebut, kebutuhan anggaran FASI XIII diharapkan dapat disusun secara lebih tepat, terukur, dan sesuai dengan ketentuan penganggaran yang berlaku. Selanjutnya, hasil pembahasan akan menjadi bahan untuk usulan dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, yang direncanakan pada Triwulan IV Tahun 2026. Badko TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul berharap proses pengusulan dan pembahasan anggaran tersebut dapat berjalan lancar serta memperoleh hasil yang baik. Dukungan anggaran diharapkan dapat membantu kelancaran pelaksanaan FASI XIII Tingkat Kabupaten Gunungkidul, sekaligus mendukung proses pengiriman kafilah FASI Gunungkidul untuk mengikuti FASI Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Adapun FASI XIII Tingkat Kabupaten Gunungkidul Insya Allah akan diselenggarakan pada 25 Oktober 2026. Ajang ini menjadi momentum penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak TKA-TPA di Kabupaten Gunungkidul dalam mengembangkan potensi, prestasi, dan kecintaan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an. Dengan adanya koordinasi dan sinkronisasi sejak tahap perencanaan anggaran, diharapkan seluruh rangkaian persiapan FASI XIII dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Gunungkidul.

Baca Selengkapnya
Belajar Mengaji di Usia Lansia: Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai 199
11 August 2026

Belajar Mengaji di Usia Lansia: Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai

Banyak orang lanjut usia sebenarnya memiliki keinginan untuk belajar membaca Al-Qur’an, tetapi sering kali keinginan tersebut tertahan oleh rasa minder. Ada yang merasa kemampuan mengingat sudah menurun, ada yang takut salah ketika membaca, dan ada pula yang berpikir bahwa belajar mengaji seharusnya dilakukan sejak masih muda. Padahal, usia bukan alasan untuk berhenti belajar. Selama masih memiliki kemauan dan kesempatan, seseorang tetap dapat mempelajari bacaan Al-Qur’an sedikit demi sedikit. Yang terpenting bukan seberapa cepat seseorang mampu membaca, melainkan kemauan untuk terus berusaha. Mengapa Belajar Mengaji Terasa Lebih Sulit Saat Sudah Tua? Proses belajar pada usia lanjut mungkin membutuhkan waktu yang lebih panjang dibandingkan ketika masih muda. Mengingat bentuk huruf, membedakan bunyi, atau menggabungkan beberapa huruf menjadi satu bacaan terkadang memerlukan pengulangan berkali-kali. Namun, kesulitan tersebut bukan berarti seseorang tidak mampu belajar. Pikiran seperti “Saya sudah terlalu tua”, “Saya pasti sulit mengingat”, atau “Nanti malah salah terus” justru dapat membuat seseorang semakin enggan mencoba. Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghilangkan rasa takut terhadap proses belajar. Tidak perlu membandingkan kemampuan diri dengan orang lain. Setiap orang memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Mengapa Lansia Tetap Perlu Belajar Al-Qur’an? Belajar membaca Al-Qur’an pada usia lanjut memiliki banyak nilai positif. Selain meningkatkan kemampuan membaca, kegiatan ini juga dapat menjadi aktivitas yang menenangkan sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga. 1. Memberikan Ketenangan Batin Membaca dan mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dapat menjadi aktivitas yang menenangkan. Rutinitas mengaji juga dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang bernilai ibadah. 2. Menambah Bekal untuk Kehidupan Akhirat Belajar Al-Qur’an merupakan bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kesalahan dalam proses belajar tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti, karena yang penting adalah terus memperbaiki bacaan. 3. Menjadi Contoh bagi Anak dan Cucu Ketika seorang kakek atau nenek tetap bersemangat belajar mengaji, anak-anak dan cucu dapat melihat langsung contoh tentang pentingnya belajar sepanjang hayat. Bahkan, kegiatan mengaji dapat menjadi aktivitas keluarga. Orang tua dan cucu bisa saling menyimak dan mengingatkan bacaan. Cara Belajar Mengaji yang Nyaman untuk Lansia Tidak diperlukan metode yang rumit. Justru pembelajaran yang sederhana, teratur, dan dilakukan dengan suasana nyaman biasanya lebih mudah dijalani. 1. Kembali ke Dasar Jika Diperlukan Tidak perlu merasa malu apabila harus memulai dari Iqro atau mengenal kembali huruf hijaiyah. Mulailah dari materi yang benar-benar dikuasai. Setelah beberapa huruf mulai terbiasa, lanjutkan ke rangkaian huruf, kata, kemudian bacaan yang lebih panjang. Mengulang materi dasar bukan berarti gagal. Justru pengulangan membantu membangun kembali ingatan. 2. Tentukan Waktu Belajar yang Tetap Daripada belajar berjam-jam tetapi hanya sesekali, lebih baik menyediakan waktu singkat setiap hari. Misalnya, luangkan sekitar 10–15 menit setelah salat Subuh atau setelah Magrib. Dengan jadwal yang teratur, belajar mengaji dapat menjadi kebiasaan sehari-hari. 3. Utamakan Pengulangan Jika hari ini baru mampu mengingat beberapa huruf, tidak perlu memaksakan diri mempelajari terlalu banyak materi. Ulangi materi yang sama sampai terasa familiar. Setelah cukup lancar, barulah menambah pelajaran baru. Prinsipnya sederhana: sedikit, diulang, kemudian ditambah secara bertahap. 4. Manfaatkan Rekaman Suara Bagi sebagian lansia, mendengarkan contoh bacaan dapat membantu mengenali perbedaan bunyi huruf dan panjang-pendek bacaan. Guru mengaji dapat memberikan rekaman sederhana yang bisa diputar kembali di rumah. Dengan begitu, latihan tidak hanya dilakukan ketika bertemu guru. 5. Belajar Bersama Guru yang Sabar Guru memiliki peran penting dalam proses pembelajaran lansia. Pilihlah pengajar yang tidak mudah terburu-buru, bersedia mengulang materi, dan memberikan koreksi dengan cara yang menyenangkan. Jika memungkinkan, belajar secara langsung dalam kelompok kecil juga dapat membuat suasana lebih nyaman. Menghadapi Kendala yang Sering Dialami Lansia Setiap orang tentu mempunyai hambatan masing-masing. Beberapa kendala berikut dapat diatasi dengan latihan yang sesuai. Mudah Lupa Huruf Gunakan kartu huruf hijaiyah atau tulisan berukuran besar. Tempatkan di tempat yang mudah terlihat dan lakukan latihan secara rutin. Tidak perlu menghafalkan semuanya sekaligus. Beberapa huruf dalam satu sesi sudah cukup. Mata Cepat Lelah Gunakan mushaf atau buku belajar dengan ukuran tulisan yang nyaman. Pastikan pencahayaan ruangan cukup dan berikan jeda ketika mata mulai terasa lelah. Sulit Berkonsentrasi Pilih waktu belajar ketika tubuh dan pikiran sedang dalam kondisi tenang. Matikan televisi atau kurangi gangguan lain selama beberapa menit. Takut Salah Membaca Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Jangan menunggu sampai merasa mampu baru mulai membaca. Justru dengan membaca dan mendapatkan koreksi, kemampuan akan berkembang. Merasa Minder Jangan membandingkan kemampuan dengan anak-anak atau orang lain yang sudah lebih dahulu belajar. Fokuslah pada perkembangan diri sendiri. Jika hari ini mampu membaca satu halaman lebih baik daripada kemarin, itu sudah merupakan kemajuan. Dukungan Keluarga Sangat Berarti Peran anak dan cucu juga sangat penting dalam membantu lansia belajar mengaji. Hindari menertawakan ketika terjadi kesalahan. Sebaliknya, berikan kesempatan untuk mencoba kembali dan berikan apresiasi atas setiap perkembangan kecil. Misalnya, anak dapat menemani latihan beberapa menit setiap malam. Selain membantu proses belajar, kebiasaan tersebut juga dapat menjadi momen kebersamaan yang bermakna. Belajar mengaji bersama keluarga bahkan bisa menjadi rutinitas sederhana yang mempererat hubungan antara orang tua, anak, dan cucu. Tidak Perlu Menunggu Bisa untuk Mulai Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu sampai merasa siap. Padahal, kemampuan justru tumbuh setelah seseorang berani memulai. Hari pertama mungkin hanya mengenal beberapa huruf. Beberapa minggu kemudian mulai mampu membaca rangkaian huruf. Setelah terus berlatih, bacaan pun perlahan menjadi lebih lancar. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Karena itu, jangan menjadikan usia sebagai penghalang. Jangan pula merasa malu ketika harus belajar dari awal. Penutup Belajar mengaji untuk lansia bukan perlombaan untuk mencapai hasil secepat mungkin. Ini adalah perjalanan yang membutuhkan kesabaran, pengulangan, dan ketekunan. Mulailah dari kemampuan yang dimiliki sekarang. Luangkan waktu beberapa menit setiap hari, belajar bersama guru atau keluarga, dan jangan takut melakukan kesalahan. Tidak masalah jika langkahnya kecil, selama tetap berjalan. Sebab, membaca Al-Qur’an dengan lebih baik bukan hanya tentang kemampuan mengingat huruf dan bacaan, tetapi juga tentang kesungguhan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Belum bisa hari ini bukan berarti tidak akan bisa selamanya. Mulailah dari satu huruf, satu bacaan, dan satu langkah setiap hari.

Baca Selengkapnya
Mengapa Anak Perlu Belajar Al-Qur’an Sejak Usia Dini? 158
10 August 2026

Mengapa Anak Perlu Belajar Al-Qur’an Sejak Usia Dini?

Mengenalkan Al-Qur’an kepada anak bukan sekadar mengajarkan cara membaca huruf hijaiyah. Lebih dari itu, kegiatan mengaji merupakan bagian dari proses menanamkan nilai agama, membangun kebiasaan baik, serta mengenalkan anak kepada pedoman hidup seorang Muslim. Masa kanak-kanak menjadi periode yang sangat penting dalam pembentukan karakter. Apa yang sering dilihat, didengar, dan dilakukan oleh anak akan mudah menjadi kebiasaan. Karena itu, mengenalkan Al-Qur’an sejak usia dini merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk membangun fondasi keagamaan anak. Mengaji Bukan Hanya Belajar Membaca Bagi sebagian orang, belajar mengaji mungkin dipahami sebatas kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar. Padahal, proses belajar tersebut memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Ketika anak datang ke TPA atau belajar bersama orang tua di rumah, mereka tidak hanya mengenal huruf dan harakat. Anak juga dapat belajar doa sehari-hari, surat-surat pendek, adab, tata cara ibadah, serta nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam ajaran Islam. Dengan demikian, kegiatan mengaji dapat menjadi sarana pendidikan agama yang dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan perkembangan anak. Membentuk Kebiasaan Positif Sejak Kecil Anak yang dibiasakan berinteraksi dengan Al-Qur’an sejak kecil akan memiliki kesempatan lebih besar untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari rutinitasnya. Misalnya, orang tua dapat menyediakan waktu khusus setiap sore untuk mengaji. Tidak perlu selalu dalam waktu yang panjang. Yang terpenting adalah konsistensi dan suasana belajar yang menyenangkan. Kebiasaan sederhana seperti membaca Iqro, menghafal surat pendek, mendengarkan murattal, atau mengulang hafalan bersama orang tua dapat menjadi pengalaman berharga bagi anak. Menanamkan Nilai Keimanan Pendidikan agama yang diberikan sejak dini membantu anak mengenal siapa Tuhannya dan bagaimana seorang Muslim menjalani kehidupannya. Al-Qur’an dapat menjadi media untuk memperkenalkan nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab, menghormati orang tua, serta kepedulian kepada sesama. Nilai-nilai tersebut tentu tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat. Anak membutuhkan contoh nyata dari lingkungan terdekatnya. Karena itu, pembiasaan mengaji akan semakin kuat apabila orang tua juga menunjukkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi Bekal untuk Masa Depan Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bekal yang sangat penting bagi seorang Muslim. Anak yang sejak kecil mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an akan memiliki dasar yang lebih baik ketika melanjutkan pembelajaran ke tingkat berikutnya. Seiring bertambahnya usia, anak tidak hanya diharapkan semakin lancar membaca, tetapi juga mulai memahami kandungan ayat dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan. Dengan begitu, tujuan belajar Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi berkembang menjadi upaya membentuk pribadi yang memiliki akhlak dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai Islam. Peran Orang Tua Sangat Menentukan Keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya bergantung pada guru atau lembaga tempat anak belajar. Orang tua mempunyai peranan yang sangat besar dalam membangun kebiasaan tersebut. Anak mungkin belajar mengaji di TPA beberapa kali dalam seminggu. Namun, pembiasaan di rumah dapat dilakukan setiap hari. Orang tua dapat memberikan dukungan sederhana, seperti mengingatkan jadwal mengaji, menemani anak membaca Al-Qur’an, membantu mengulang hafalan, memberikan apresiasi ketika anak berhasil menyelesaikan target, serta menghindari memarahi anak ketika mengalami kesulitan. Pendekatan yang lembut dan konsisten biasanya lebih efektif daripada memberikan tekanan berlebihan. Menghadapi Tantangan di Era Digital Anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Televisi, smartphone, media sosial, dan permainan digital dapat menjadi bagian dari keseharian mereka. Teknologi sebenarnya bukan sesuatu yang harus dijauhi sepenuhnya. Orang tua dapat mengarahkannya menjadi media pendukung pembelajaran. Anak misalnya dapat diajak mendengarkan murattal, menggunakan aplikasi belajar huruf hijaiyah, atau menyaksikan video edukasi Islam yang sesuai dengan usianya. Namun, penggunaan perangkat digital tetap perlu dibatasi dan didampingi. Jangan sampai waktu untuk belajar, beribadah, bermain, dan berinteraksi dengan keluarga justru tergantikan oleh layar. Membuat Belajar Mengaji Menjadi Menyenangkan Anak akan lebih mudah belajar ketika mereka merasa nyaman. Karena itu, pembelajaran Al-Qur’an sebaiknya tidak selalu dilakukan dengan suasana yang kaku. Guru maupun orang tua dapat menggunakan berbagai pendekatan, seperti permainan edukatif, kartu huruf hijaiyah, cerita Islami, hafalan dengan irama sederhana, kuis, maupun pemberian penghargaan atas usaha anak. Setiap anak juga mempunyai kemampuan yang berbeda. Ada anak yang cepat menghafal, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca. Ada pula yang cepat mengenal huruf, tetapi membutuhkan pendampingan dalam tajwid. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar. Yang terpenting adalah anak mendapatkan pendampingan secara bertahap tanpa kehilangan rasa senang dalam belajar. TPA sebagai Lingkungan Belajar Al-Qur’an Keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an atau TPA memiliki peran penting dalam membantu keluarga memberikan pendidikan keagamaan kepada anak. Di lingkungan TPA, anak dapat belajar bersama teman sebaya dengan bimbingan ustaz atau ustazah. Materi yang diberikan pun dapat dibuat lebih beragam, mulai dari membaca Iqro dan Al-Qur’an, hafalan surat pendek, doa harian, praktik ibadah, hingga pembelajaran akhlak. Interaksi dengan teman-teman juga dapat membuat anak merasa bahwa belajar agama merupakan kegiatan yang menyenangkan dan dilakukan bersama-sama. Mengaji Adalah Perjalanan yang Panjang Belajar Al-Qur’an tidak memiliki batas usia. Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini, tetapi orang dewasa pun tetap memiliki kesempatan untuk belajar. Tidak perlu merasa malu apabila belum lancar membaca Al-Qur’an. Setiap orang memiliki titik awal yang berbeda. Hal yang lebih penting adalah memiliki kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan. Bagi anak, proses tersebut dapat dimulai dari mengenal huruf hijaiyah, membaca Iqro, menghafal surat pendek, kemudian berlanjut menuju kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Penutup Mengenalkan Al-Qur’an kepada anak sejak usia dini merupakan investasi pendidikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat menjadi bekal ketika mereka tumbuh dewasa. Mengaji bukan sekadar kegiatan membaca kitab suci. Di dalamnya terdapat proses membangun kebiasaan, mengenalkan nilai keimanan, melatih kedisiplinan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam. Karena itu, pendidikan Al-Qur’an sebaiknya dimulai sedini mungkin melalui lingkungan terdekat anak. Orang tua, guru, dan lembaga pendidikan dapat saling mendukung agar anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintai, memahami, dan berusaha mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Mari mengenalkan Al-Qur’an kepada anak dengan cara yang lembut, menyenangkan, dan konsisten. Karena kebiasaan baik yang ditanamkan sejak kecil dapat menjadi bekal berharga bagi perjalanan hidup mereka.

Baca Selengkapnya
Halaqah Qur’an dan Penyerahan Sertifikat KMI#1 Badko TKA-TPA Gunungkidul, Aulia Sabila Raih Predikat Lulusan Terbaik 219
08 August 2026

Halaqah Qur’an dan Penyerahan Sertifikat KMI#1 Badko TKA-TPA Gunungkidul, Aulia Sabila Raih Predikat Lulusan Terbaik

Gunungkidul, 8 Agustus 2026 — Badan Koordinasi TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul melalui Biro Pendidikan dan Pelatihan (Biro Diklat) menyelenggarakan Halaqah Qur’an dan Penyerahan Sertifikat KMI#1 Tahun 2026, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di TPA Darussalam (Masjid Darussalam), Jl. Taman Bhakti, Jeruksari, Wonosari tersebut diikuti oleh para ustadz/ustadzah peserta KMI#1 Tahun 2026. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan setelah selesainya proses KMI dan Munaqosah KMI. Halaqah Qur’an sekaligus penyerahan sertifikat menjadi momentum penting bagi para peserta untuk mendapatkan apresiasi atas proses pembelajaran, pembinaan, dan tahapan yang telah mereka ikuti selama program KMI#1. Salah satu capaian membanggakan diraih oleh Aulia Sabila, peserta dari Rayon Kapanewon Karangmojo, yang berhasil mendapatkan predikat Lulusan Terbaik KMI#1 Tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rayon Kapanewon Karangmojo sekaligus menjadi motivasi bagi para peserta dan lembaga TKA-TPA untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an. Kegiatan diawali dengan Halaqah Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta KMI#1. Suasana berlangsung penuh kebersamaan dan kekeluargaan, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat semangat para ustadz dan ustadzah dalam menjalankan amanah pendidikan Al-Qur’an di masing-masing TPA. Ketua Biro Pendidikan dan Pelatihan Badko TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul, Ruswanto, S.Pd., bersama Ketua Badko TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul, Arif Tyas Firitiyanto, S.E., M.A., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan terselenggaranya Halaqah Qur’an dan penyerahan sertifikat ini, diharapkan para lulusan KMI#1 tidak berhenti pada pencapaian sertifikat, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di unit TKA-TPA masing-masing. Selamat kepada seluruh lulusan KMI#1 Tahun 2026, khususnya Aulia Sabila dari Rayon Kapanewon Karangmojo sebagai Lulusan Terbaik. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi keberkahan dan semakin menguatkan gerakan pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Gunungkidul.

Baca Selengkapnya
BADKO TKA-TPA DIY menerbitkan revisi Petunjuk Pelaksanaan FASI XIII tingkat Provinsi DIY 183
08 August 2026

BADKO TKA-TPA DIY menerbitkan revisi Petunjuk Pelaksanaan FASI XIII tingkat Provinsi DIY

Yogyakarta, 6 Agustus 2026 — Badan Koordinasi TKA-TPA Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BADKO TKA-TPA DIY) menerbitkan pemberitahuan revisi Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII tingkat Provinsi DIY. Pemberitahuan tersebut ditujukan kepada Ketua Umum BADKO TKA-TPA Daerah se-DIY melalui surat Nomor 52/B/BADKO-DIY/VIII/2026. Revisi ini disampaikan sebagai penyesuaian terhadap JUKLAK FASI XIII DIY yang sebelumnya telah beredar. Salah satu poin penting dalam revisi tersebut adalah perubahan ketentuan usia peserta. Untuk kategori TKA, peserta ditetapkan berusia 4 sampai 7 tahun pada tanggal 1 Juli 2027. Sementara itu, peserta kategori TPA berusia 7 sampai 12 tahun, dan kategori TQA berusia 12 sampai 15 tahun pada tanggal yang sama. Selain ketentuan usia, BADKO TKA-TPA DIY menegaskan bahwa peserta FASI XIII harus merupakan santri TKA, TPA, atau TQA yang berada di bawah unit yang terdaftar di BADKO TKA-TPA DIY. Persyaratan tersebut dibuktikan dengan melampirkan Piagam Pendirian Unit TPA terbaru yang dikeluarkan oleh BADKO TKA-TPA DIY. Bagi unit TPA yang belum memiliki piagam pendirian terbaru, BADKO TKA-TPA DIY memberikan kesempatan untuk mengajukan piagam dengan melakukan pengisian data melalui tautan s.id/InputDataUnit. Revisi juga mencakup teks Ikrar Santri. Pada poin pertama, kalimat “Selalu shalat awal waktu” diubah menjadi “Selalu shalat di awal waktu”. Perubahan ini menjadi bagian dari penyesuaian materi yang harus diperhatikan oleh peserta dan panitia FASI XIII. Selain itu, terdapat penyesuaian pada lomba Nasyid Islami TKA. Lagu wajib yang digunakan adalah Mars TKA TPA/Mars TK Al-Qur’an karya Tasyrifin Karim, dengan lirik sebagaimana tercantum dalam lampiran surat pemberitahuan revisi tersebut. Dengan adanya revisi ini, seluruh BADKO TKA-TPA Kabupaten/Kota se-DIY diharapkan dapat segera menyesuaikan persiapan dan pendataan peserta FASI XIII sesuai ketentuan terbaru. Surat pemberitahuan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum BADKO TKA-TPA DIY H. Suprapto, S.Ag., M.A. dan Sekretaris Umum Fajar Wijanarko, S.T., tertanggal 6 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya
Badko Daerah TKA-TPA Gunungkidul Hadiri Finalisasi Rancangan Anggaran FASI XIII Bersama Bagian Kesra Setda Gunungkidul 286
05 August 2026

Badko Daerah TKA-TPA Gunungkidul Hadiri Finalisasi Rancangan Anggaran FASI XIII Bersama Bagian Kesra Setda Gunungkidul

Wonosari - Badan Koordinasi (Badko) Daerah TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul menghadiri undangan dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul dalam rangka finalisasi rancangan anggaran pelaksanaan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul. Rombongan Badko Daerah diterima oleh H. Shidik Purnomo Adi, S.Sos., selaku Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Kesra, mewakili Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Gunungkidul, Sujatmiko Nurhasan, S.E. Dalam kesempatan tersebut, Badko Daerah diwakili oleh Ketua I Ust. Teguh Siswanto, didampingi oleh Sekretaris dan Bendahara Badko Daerah TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh sinergi dan koordinasi guna menyempurnakan rancangan anggaran yang akan mendukung suksesnya penyelenggaraan FASI XIII tahun 2026. Ust. Teguh Siswanto menyampaikan sejumlah poin penting yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran. Di antaranya adalah kebutuhan pendanaan untuk pelaksanaan seluruh cabang lomba, operasional panitia, penyediaan sarana dan prasarana, konsumsi peserta dan panitia, publikasi kegiatan, perlengkapan administrasi, penghargaan bagi para juara, layanan kesehatan, pengamanan, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya agar pelaksanaan FASI XIII dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta. Beliau juga menegaskan bahwa FASI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan merupakan media pembinaan generasi Qur'ani yang bertujuan membentuk karakter anak-anak yang berakhlak mulia, mencintai Al-Qur'an, serta memiliki semangat dalam mengamalkan nilai-nilai Islam sejak usia dini. Oleh karena itu, dukungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Bagian Kesra menjadi bagian penting dalam menyukseskan agenda pembinaan tersebut. Sementara itu, pihak Bagian Kesra menyampaikan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan Badko Daerah TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul dalam mendukung program-program pembinaan keagamaan, khususnya penyelenggaraan FASI XIII sebagai salah satu agenda strategis pembinaan generasi Islam di Kabupaten Gunungkidul. Melalui pertemuan ini diharapkan tercapai kesepahaman antara Badko Daerah TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengenai kebutuhan anggaran penyelenggaraan FASI XIII, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi pembinaan santri TKA-TPA di Kabupaten Gunungkidul. "Sinergi antara Badko TKA-TPA dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah melalui FASI XIII Tahun 2026."

Baca Selengkapnya
Badko TPA Gunungkidul Matangkan Persiapan FASI XIII 2026 dan Evaluasi Pendataan Unit 404
02 August 2026

Badko TPA Gunungkidul Matangkan Persiapan FASI XIII 2026 dan Evaluasi Pendataan Unit

Wonosari - Koordinasi dan evaluasi pendataan unit TKA-TPA se-Kabupaten Gunungkidul terus dilakukan oleh Badko TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tahun 2026. Kegiatan koordinasi dilaksanakan pada Ahad, 2 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB bertempat di Warung Minada Kepek milik Ustadz Rujito. Pertemuan ini membahas evaluasi pendataan unit TKA-TPA sekaligus koordinasi berbagai persiapan menuju penyelenggaraan FASI XIII Kabupaten Gunungkidul. Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa FASI XIII Kabupaten Gunungkidul direncanakan akan dilaksanakan pada 18 Oktober 2026. Panitia saat ini masih mengkaji dua alternatif pelaksanaan, yaitu secara luring (tatap muka) maupun daring, dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kesiapan pelaksanaan. Pada sesi evaluasi pendataan, tercatat hingga saat ini sebanyak 148 unit TKA-TPA di Kabupaten Gunungkidul telah terdaftar dalam sistem pendataan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti agar data yang terkumpul semakin valid dan lengkap. Berdasarkan perkembangan tersebut, Kabupaten Gunungkidul saat ini menempati peringkat ke-4 dalam capaian pendataan unit di tingkat daerah. Untuk meningkatkan kualitas dan cakupan pendataan, Badko TKA-TPA Gunungkidul berkomitmen memaksimalkan pendataan tahap kedua dengan melakukan pendampingan secara langsung ke masing-masing rayon. Langkah ini diharapkan dapat menjangkau seluruh unit TKA-TPA yang belum terdata serta menyempurnakan data yang telah masuk. Selain itu, persiapan FASI XIII juga akan diperkuat melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait, antara lain dewan pembina, pemerintah daerah, bagian kesejahteraan rakyat (Kesra), serta mitra-mitra strategis lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran penyelenggaraan FASI XII sebagai ajang pembinaan, silaturahmi, dan pengembangan potensi santri TKA-TPA di Kabupaten Gunungkidul. Menjelang pelaksanaan yang tinggal beberapa bulan lagi, rapat juga menekankan pentingnya mengintensifkan pembentukan dan penguatan kepanitiaan FASI XIII agar seluruh bidang dapat bekerja secara optimal sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Badko TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul optimistis proses pendataan unit dapat terus meningkat dan seluruh persiapan FASI XIII Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik, sehingga mampu menghadirkan penyelenggaraan festival yang sukses, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi seluruh keluarga besar TKA-TPA di Kabupaten Gunungkidul.

Baca Selengkapnya
Guru SD Muhammadiyah Unggulan Al Fatih Patuk Ikuti Ujian Munaqosyah KMI 428
01 August 2026

Guru SD Muhammadiyah Unggulan Al Fatih Patuk Ikuti Ujian Munaqosyah KMI

Patuk, Gunungkidul – Sebanyak 17 guru dan karyawan SD Muhammadiyah Unggulan Al Fatih Patuk mengikuti Ujian Munaqosyah Kursus Metodologi Iqro (KMI) pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di kompleks SD Muhammadiyah Unggulan Al Fatih Patuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik dalam pembelajaran Al-Qur'an, khususnya dalam penerapan Metodologi Iqro yang efektif, sistematis, dan sesuai dengan standar pembelajaran. Tim munaqisy dari BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul melaksanakan proses penilaian secara menyeluruh. Tim tersebut dikoordinatori oleh Biro Diklat Ust. Ruswanto, didampingi langsung oleh Ketua Umum BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul, Ust. Arif Tyas Firitiyanto, S.E., M.A., bersama jajaran Bidang Diklat. Selama pelaksanaan munaqosyah, para peserta menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, baik dalam penguasaan metodologi, teknik penyampaian materi, maupun praktik mengajar Al-Qur'an menggunakan metode Iqro. Hal ini menjadi indikator positif atas komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur'an. Kepala SD Muhammadiyah Unggulan Al Fatih Patuk, Indah Handayani, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul yang telah mendampingi serta memfasilitasi pelaksanaan Ujian Munaqosyah KMI di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru dan karyawan sehingga mampu memberikan pembelajaran Al-Qur'an yang lebih berkualitas kepada peserta didik. Sementara itu, Ketua Umum BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul, Ust. Arif Tyas Firitiyanto, S.E., M.A., berharap peningkatan kompetensi ini tidak berhenti pada proses munaqosyah semata, tetapi terus diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, sekolah mampu melahirkan generasi Qur'ani yang tidak hanya lancar membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami adab dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Melalui kegiatan ini, BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul terus berkomitmen mendampingi sekolah-sekolah Muhammadiyah maupun lembaga pendidikan Al-Qur'an lainnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik, sehingga terwujud pembelajaran Al-Qur'an yang unggul, profesional, dan berkelanjutan.

Baca Selengkapnya
Badko TKA-TPA DIY Gelar Rapat Koordinasi Sukses FASI XII 2026, Gunungkidul Siap Laksanakan pada 18 Oktober 221
01 August 2026

Badko TKA-TPA DIY Gelar Rapat Koordinasi Sukses FASI XII 2026, Gunungkidul Siap Laksanakan pada 18 Oktober

Yogyakarta – Badko TKA-TPA Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi Sukses Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XII Tahun 2026 di Sekretariat Bersama Lembaga Keagamaan Kota Yogyakarta, Komplek Balai Kota Timoho, Sabtu (1/8/2026). Rapat ini menjadi momentum penting untuk memantapkan persiapan penyelenggaraan FASI di seluruh kabupaten/kota se-DIY. Kegiatan dihadiri oleh Ketua Umum Badko TKA-TPA Wilayah DIY, para Ketua Umum Badko Kabupaten/Kota, serta didampingi Tim FASI tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-DIY. Dari Badko TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul hadir Ketua Umum, Wakil Ketua Panitia FASI XII Gunungkidul Ust. Ruswanto, serta Sekretaris Panitia FASI XII Gunungkidul Ust. Tomi. Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa Pemerintah Daerah DIY melalui Gubernur DIY memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FASI XII. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui surat resmi Gubernur DIY yang ditujukan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota di DIY agar memberikan dukungan serta bantuan kepada Badko TKA-TPA dalam pelaksanaan FASI di masing-masing daerah. Selain membahas dukungan pemerintah, setiap Badko Kabupaten/Kota juga memaparkan perkembangan persiapan pelaksanaan FASI di wilayahnya. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus koordinasi agar pelaksanaan FASI XII Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sukses. Dalam kesempatan tersebut, Badko TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul menyampaikan kesiapan penyelenggaraan FASI XII Kabupaten Gunungkidul yang insya Allah akan dilaksanakan pada Ahad, 18 Oktober 2026, bertempat di SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan sinergi antara Badko TKA-TPA, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung terselenggaranya FASI XII Tahun 2026. FASI tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi santri TKA-TPA, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta syiar Al-Qur'an bagi generasi Qur'ani di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Selengkapnya
Penguatan Lembaga Berbasis Sertifikasi Profesi Pendidik Al-Quran 566
24 July 2026

Penguatan Lembaga Berbasis Sertifikasi Profesi Pendidik Al-Quran

Yogyakarta, 24 Juli 2026 — Badan Koordinasi (BADKO) TKA-TPA Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Balai Litbang LPTQ Nasional Tim Tadarus "AMM" Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Penguatan Lembaga Berbasis Sertifikasi Profesi Pendidik Al-Qur'an pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidik Al-Qur'an melalui penguatan kompetensi dan sertifikasi profesi. Bertempat di Balai Litbang LPTQ Nasional Tim Tadarus "AMM" Yogyakarta, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat. Acara ini kolaborasi antara AMM dan Badko DIY. Forum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menciptakan standar mutu pendidik Al-Qur'an yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Acara menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan Al-Qur'an, yaitu Ust. Roihan Afandi, S.I.P., MPA. selaku Direktur AMM Yogyakarta, serta Usth. Hj. Erwesbee binti As'ad Humam, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya peningkatan kompetensi pendidik Al-Qur'an melalui sistem sertifikasi profesi yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa sertifikasi profesi bukan sekadar bentuk pengakuan kompetensi, tetapi juga menjadi upaya menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur'an agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan adanya sertifikasi, para pendidik diharapkan semakin percaya diri, profesional, dan mampu memberikan layanan pendidikan Al-Qur'an yang berkualitas kepada masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Badko TKA-TPA DIY, jajaran Biro Diklat Badko Wilayah DIY, BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul, Ketua Tim Munaqisy Gunungkidul Ust. Zulhijja, Tim Munaqisy AMM, serta pengurus BADKO DIY. Adapun delegasi dari BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul yang hadir dalam kegiatan ini meliputi: Ust. Yudi Hadi Wahana selaku Biro Diklat BADKO Gunungkidul. Ust. Zulhijja selaku Ketua Tim Munaqisy Gunungkidul. Ust Arif Tyas selaku Ketua Umum BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul. Melalui kegiatan kolaboratif ini, BADKO TKA-TPA DIY berharap terbangun sistem pembinaan pendidik Al-Qur'an yang semakin kuat, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sertifikasi profesi diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan mutu lembaga TKA-TPA sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan sinergi antara BADKO TKA-TPA DIY dan AMM Yogyakarta, pengembangan kualitas pendidik Al-Qur'an diharapkan terus berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi Qur'ani yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca Selengkapnya
Pengurus BADKO TKA-TPA Rayon Patuk Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pembinaan TKA-TPA 249
10 July 2026

Pengurus BADKO TKA-TPA Rayon Patuk Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pembinaan TKA-TPA

Patuk, 10 Juli 2026 – Badan Koordinasi TKA-TPA (BADKO TKA-TPA) Rayon Patuk resmi memiliki kepengurusan baru setelah dilaksanakan prosesi pelantikan pada Jumat (10/7/2026) di Balai Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pembinaan Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di wilayah Kapanewon Patuk. Acara dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya Panewu Patuk yang diwakili oleh Panewu Anom, Kepala KUA Patuk, serta Dewan Pakar BADKO TKA-TPA Rayon Patuk, Ust. H. Sutarjo, S.Ag., M.Pd. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh jajaran Pengurus Daerah BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul, yaitu Ketua Umum Ust. Arif Tyas Firitiyanto, didampingi Sekretaris Umum dan Bendahara Umum. Dalam pelantikan tersebut, kepengurusan BADKO TKA-TPA Rayon Patuk yang baru dikukuhkan terdiri atas: Ketua Umum: Bustanudin Sekretaris Umum: Rustiana Bendahara Umum: Nuraini Dalam sambutannya, Ketua Umum BADKO TKA-TPA Kabupaten Gunungkidul, Ust. Arif Tyas Firitiyanto, menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mampu menjadi motor penggerak pembinaan lembaga TKA-TPA di wilayah Patuk. Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk membangun kolaborasi yang erat dengan pemerintah, KUA, masjid, mushala, dan seluruh elemen masyarakat demi meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an bagi generasi muda. Pelantikan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, diharapkan BADKO TKA-TPA Rayon Patuk semakin aktif dalam menyelenggarakan program-program pembinaan, peningkatan kompetensi ustaz dan ustazah, serta memperkuat koordinasi antar lembaga TKA-TPA sehingga mampu melahirkan generasi Qur'ani yang berakhlak mulia.

Baca Selengkapnya
Pengurus Badko Rayon Panggang Periode Baru Resmi Dilantik 417
07 July 2026

Pengurus Badko Rayon Panggang Periode Baru Resmi Dilantik

Giriwungu, Panggang – 7 Juli 2026 — Pengurus Badan Koordinasi (Badko) Rayon Panggang resmi dilantik dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kalurahan Giriwungu, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (7/7/2026). Pelantikan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri sekitar 80 peserta yang terdiri dari unsur pengurus, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimka) Panggang, di antaranya Panewu Panggang Ibu Sustiwiningsih, S.TP., M.M., Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Panggang, Danramil Panggang, Lurah Giriwungu, serta aktivis TPA se Panggang. Dalam sambutannya, Panewu Panggang, Ibu Sustiwiningsih, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus Badko Rayon Panggang yang baru dilantik. Beliau berharap kepengurusan yang baru dapat menjalin koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kapanewon Panggang. "Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk berkoordinasi. Apabila membutuhkan tempat atau fasilitas untuk kegiatan koordinasi, silakan berkomunikasi dengan Pemerintah Kapanewon. Kami siap menyambut dan mendukung," ujar Panewu Panggang. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa terbentuknya kepengurusan baru Badko Rayon Panggang diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkuat sinergi dalam pembinaan keagamaan serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya kesejahteraan dan kebaikan masyarakat di seluruh wilayah Kapanewon Panggang. Melalui kepengurusan yang baru, Badko Rayon Panggang diharapkan dapat menjalankan berbagai program secara aktif, mempererat kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, serta meningkatkan pembinaan religiusitas sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan sejahtera.

Baca Selengkapnya
32 Ustadz/Ustadzah Ikuti KMI BADKO TKA TPA Gunungkidul 2026 376
06 July 2026

32 Ustadz/Ustadzah Ikuti KMI BADKO TKA TPA Gunungkidul 2026

Gunungkidul, 4 Juli 2026 – Biro Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BADKO TKA TPA Kabupaten Gunungkidul resmi menggelar Kursus Metode Iqro' (KMI) #1 Tahun 2026 yang bertempat di Sekretariat BADKO TKA TPA Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti oleh 32 ustadz dan ustadzah dari berbagai unit TKA TPA di Kabupaten Gunungkidul sebagai upaya meningkatkan kompetensi pengajar Al-Qur'an. Kegiatan KMI dibuka dengan sambutan dari Ketua Biro Diklat BADKO TKA TPA Kabupaten Gunungkidul, Ust. Ruswanto, yang menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya pengajar TKA TPA. Menurutnya, penguasaan Metode Iqro' yang baik akan membantu menciptakan proses pembelajaran Al-Qur'an yang efektif, sistematis, dan menyenangkan bagi para santri. Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan dari Ketua Umum BADKO TKA TPA Kabupaten Gunungkidul, Ust. Arif Tyas. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa seorang guru TKA TPA tidak hanya dituntut mampu mengajar membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi teladan dalam membina akhlak dan karakter santri. Oleh karena itu, pelatihan seperti KMI menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di Kabupaten Gunungkidul. Selama pelaksanaan KMI, para peserta akan mendapatkan materi mengenai teknik mengajar menggunakan Metode Iqro', strategi pembelajaran, praktik mengajar, serta evaluasi pembelajaran. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta mampu menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif di unit TKA TPA masing-masing. Melalui penyelenggaraan Kursus Metode Iqro' (KMI) #1 Tahun 2026, BADKO TKA TPA Kabupaten Gunungkidul berharap dapat mencetak guru-guru Al-Qur'an yang profesional, kompeten, dan berkomitmen dalam membina generasi Qur'ani, sehingga kualitas pendidikan TKA TPA di Gunungkidul terus meningkat dari waktu ke waktu.

Baca Selengkapnya

Galeri Foto

Lihat Semua
Ujian Munaqosyah KMI di SDMU Al Fatih Patuk
Biro DIklat

Ujian Munaqosyah KMI di SDMU Al Fatih Patuk

Updating Data Unit
Koordinasi

Updating Data Unit

Pelantikan Pengurus Badko TPA Gunungkidul Periode 2025-2029
Koordinasi

Pelantikan Pengurus Badko TPA Gunungkidul Periode 2025-2029

Pleno Wilayah
Koordinasi

Pleno Wilayah

Peduli Aceh
Bakti Sosial

Peduli Aceh

Sarasehan
Koordinasi

Sarasehan

Galeri Video

Lihat Semua
Thumbnail Video
Dokumentasi

Badko TKA TPA Rayon Paliyan - Lomba Konten Kreatif Semarak Musyda 2022

Thumbnail Video
Dokumentasi

Sarasehan Seputar TPA Bersama Wali Santri TPA Al Farobi Karangmojo

Thumbnail Video
Dokumentasi

MERIAAH!! Pelantikan Pengurus Badko Rayon Semin Dibarengi Temu Santri

Thumbnail Video
Dokumentasi

Pelantikan Pengurus Rayon Wonosari Dihadiri Ratusan Santri

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)