Sosialisasi LPQ dan MDT Ramah Anak 2026, Badko TPA Gunungkidul Hadir Perkuat Komitmen Perlindungan Anak
Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam menggelar Sosialisasi LPQ dan MDT Ramah Anak Tahun 2026, Kamis (20/8/2026), bertempat di Ruang Rapat 3 Lantai 2 Kanwil Kemenag DIY.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen lembaga pendidikan keagamaan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, menyenangkan, serta menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Undangan resmi kegiatan tersebut mencakup unsur Kanwil Kemenag DIY, Kasi PD Pontren/Pakis kabupaten/kota, Badko TPA, FKDT, Direktur LPQ, dan Kepala MDT se-DIY.
Badko TPA Gunungkidul Turut Hadir
Dari Kabupaten Gunungkidul, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Badko TPA Gunungkidul, Ust. Arif Tyas Firitiyanto, bersama lima orang Direktur TPA.
Kehadiran delegasi Badko TPA Gunungkidul menunjukkan komitmen dalam mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan, keamanan, kenyamanan, dan tumbuh kembang anak.
Partisipasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Badko TPA, pengelola TPA, serta Kementerian Agama dalam mewujudkan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang benar-benar ramah terhadap anak.
LPQ Harus Menjadi Ruang Belajar yang Aman
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama DIY, H. Aidi Johansyah, S.Ag., M.M., menekankan pentingnya mewujudkan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) yang ramah anak.
LPQ tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian kemampuan akademik keagamaan. Lembaga juga harus memastikan hak anak terpenuhi serta memberikan ruang pendidikan yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mendukung perkembangan anak secara utuh.
Lingkungan pendidikan Al-Qur’an harus bebas dari berbagai bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis maupun bentuk kekerasan lainnya.
Proses pendidikan hendaknya mengedepankan kasih sayang, keteladanan, penghargaan terhadap anak, serta pendekatan yang sesuai dengan usia dan karakter perkembangan peserta didik.
Hak Anak Harus Menjadi Perhatian Bersama
Dalam materi sosialisasi juga ditekankan pentingnya memahami hak-hak dasar anak. Anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar.
Anak juga berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, memperoleh pendidikan sesuai kebutuhannya, mendapatkan kesehatan dan lingkungan yang aman, serta memperoleh kasih sayang, pengasuhan, dan perhatian.
Perlindungan terhadap anak juga mencakup pencegahan kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, perundungan (bullying), dan eksploitasi.
Anak juga perlu mendapatkan perlakuan yang bermartabat, termasuk ketika melakukan kesalahan. Pendekatan pendidikan yang mengedepankan dialog, keteladanan, dan kasih sayang diharapkan mampu membentuk suasana belajar yang positif.
Membangun TPA yang Ramah Anak di Gunungkidul
Bagi Badko TPA Gunungkidul, semangat LPQ dan TPA ramah anak menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an di tingkat daerah hingga unit TPA.
Kehadiran Ketua Umum Badko TPA Gunungkidul bersama lima Direktur TPA dalam kegiatan ini diharapkan dapat membawa semangat dan wawasan baru untuk diterapkan di masing-masing lembaga.
Dengan lingkungan pendidikan yang aman dan menyenangkan, anak-anak diharapkan dapat belajar Al-Qur’an dengan penuh kegembiraan tanpa rasa takut, sekaligus tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki karakter yang baik.
Menuju Pendidikan Al-Qur’an yang Aman, Nyaman dan Penuh Kasih Sayang
Sosialisasi LPQ dan MDT Ramah Anak Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya diukur dari kemampuan santri dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
Lebih dari itu, keberhasilan pendidikan juga tercermin dari kemampuan lembaga dalam menjaga, melindungi, menghargai, dan mendampingi anak selama proses pendidikan.
Sinergi antara Kementerian Agama, Badko TPA, pengelola LPQ/TPA, ustadz dan ustadzah, orang tua, serta masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang benar-benar ramah anak.
Dari Gunungkidul, komitmen untuk menghadirkan TPA yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas kekerasan terus diperkuat demi tumbuhnya generasi Qur’ani yang berkarakter dan berakhlak mulia.